Malam itu rencananya cuma nongkrong biasa. Sudah kumpul, sudah pesan minum, dan seperti biasa obrolannya mentok di kabar kerjaan sama rencana yang nggak jadi-jadi. Jadi kami keluarkan This or That 2 dari tas, dan sisa malamnya berubah total.

Foto menyusul

Suasana teman-teman berkumpul di meja sambil memainkan kartu This or That 2

Rencananya nongkrong sebentar, ujungnya kelamaan.

Bedanya sama This or That yang pertama

Di versi pertama, kamu cuma disodori dua pilihan. Seru, tapi jawabannya sering selesai dalam dua detik. Di This or That 2, setiap pertanyaan datang bersama konteksnya, dan justru konteks itu yang bikin orang mikir dulu sebelum menjawab.

Contohnya salah satu kartu yang malam itu bikin meja kami ribut paling lama:

Kekuatan super hanya 1 jam per hari: lebih suka menggandakan diri maksimal 5 kembaran (seperti Naruto) atau mengendalikan air tapi tidak bisa menciptakan air baru (seperti Avatar)?

Perhatikan bagian "hanya 1 jam per hari" dan "tapi tidak bisa menciptakan air baru". Tanpa dua batasan itu, pertanyaannya gampang. Dengan batasan itu, tiba-tiba semua orang punya argumen, dan ada saja yang ngotot sampai lima menit kemudian.

Foto menyusul

Close-up kartu This or That 2 yang sedang dipegang, memperlihatkan pertanyaan beserta konteksnya

Konteks di tiap kartu itu yang bikin jawabannya nggak bisa asal.

Yang bikin obrolannya jalan sendiri

Hal menarik dari kartu jenis ini: yang seru bukan jawabannya, tapi alasannya. Pertanyaan pilihan bikin semua orang otomatis punya posisi, dan begitu ada yang mulai membela pilihannya, sisanya ikut nimbrung tanpa perlu dipancing lagi.

Ada juga efek samping yang nggak kami duga. Kami sudah kenal bertahun-tahun, tapi malam itu tetap ada hal baru yang ketahuan cuma gara-gara satu kartu. Ternyata masih banyak yang belum pernah kami tanyakan satu sama lain.

Foto menyusul

Teman-teman sedang berdebat dan tertawa saat membahas pilihan di kartu This or That 2

Yang seru bukan jawabannya, tapi alasannya.

Enaknya dimainkan berapa orang?

This or That 2 dirancang untuk 2 sampai 6 orang. Dari pengalaman kami, di angka 4-5 orang terasa paling pas: cukup ramai untuk debat, tapi masih kebagian giliran semua. Kalau cuma berdua juga tetap jalan, obrolannya jadi lebih personal dan panjang per kartunya.

Isinya 50 kartu pertanyaan, semuanya ditulis dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris. Aturannya nggak ribet, tinggal ambil kartu paling atas dan mulai. Nggak ada persiapan, nggak ada skor, nggak ada yang perlu dihafal.

Cocok dipakai kapan

Selain nongkrong biasa, kartu ini kepakai banget buat momen yang biasanya canggung di awal: first date, ice breaking, atau kumpul yang isinya nggak semua orang saling kenal. Karena pertanyaannya ringan tapi ada isinya, orang baru pun gampang ikut ngobrol tanpa merasa diinterogasi.

Dan kalau ada pertanyaan yang dirasa kurang nyaman, ya sudah, lewat saja. Nggak ada yang maksa. Kartunya alat bantu, bukan aturan.

Foto menyusul

Kartu This or That 2 tergeletak di meja di akhir sesi bermain bersama teman-teman

Nggak ada yang sempat buka HP semalaman.

Penutup

Malam itu berakhir jauh lebih lama dari rencana awal, dan nggak ada satu pun dari kami yang sempat buka HP. Buat kami itu ukuran keberhasilan yang paling jujur.

Kalau kamu sudah pernah main This or That yang pertama, versi kedua ini bakal terasa seperti naik level. Kalau belum pernah sama sekali, mulai dari sini juga nggak masalah.